Penting ! Kenali Gejala Komplikasi Hipertensi

Hipertensi merupakan satu penyakit yang perlu diwaspadai terutama dampak atau yang sering disebut dengan komplikasi akibat dari penyakit tersebut.  Penting untuk mengenali gejala komplikasi karena dengan diketahuinya gejala komplikasi secara dini, maka pengobatan dapat segera dilakukan dan akhirnya hasil dari pengobatan itu sendiri dapat lebih baik dibandingkan jika terlambat mengetahuinya.

Gejala komplikasi hipertensi yang mengarah pada stroke dapat berupa kesurupan, lemah, tidak bisa bicara,sakit kepala,dan tangan atau kaki tidak bisa digerakan.

gejala komplikasi hipertensi

Mengapa Bisa Terjadi komplikasi?

Komplikasi bisa terjadi karena hipertensi dapat merusak pembuluh darah, pembuluh darah menjadi kaku,dan pembuluh darah tersebut dapat pecah pada bagian yang lemah. ”Jika pecahnya pembuluh darah ini terjadi di otak maka terjadilah stroke”, paparnya. Kerusakan pembuluh darah akan mudah mengalami penyumbatan atau penumpukan palk kolestrol dan lemak di dinding pembuluh darah bagian dalam (aterosklerosis). Kondisi ini paling sering terjadi pada pembuluh darah di jantung. Jika penyumbatan terjadi secara tiba-tiba, maka terjadilah serangan  jantung yag ditandai dengan nyeri dada.

Bagaimana mencegah Komplikasai?

Faktor yang paling penting untuk mencegah terjadinya komplikasi adalah pengendalian tekanan darah. Selain berobat secara teratur, tekanan darah dapat dikendalikan dengan cara lain sepaerti mengurangi asupan garamdan berolahraga secara teratur.

Hipertensi seringkali juga disertai penyakit lain seperti diabetes melitus (kencing manis) dan kolestrol tinggi. Apabila ditambah dengan faktor kegemukan dan buruknya pola hidup (Merokok dan kurang olahraga) maka komplikasi hipertensi akan semakin meningkat kejadiannya. Dengan demikian, selain pengendalian tekanan darah, penting juga untuk mengatasi faktor risiko lain tersebut.

Kapan Terjadi Komplikasi?                          

Tidak ada waktu pasti kapan akan terjadi komplikasi hipertensi. Terjadinya komplikasi setiap individu berbeda-beda sesuai gaya hidup dan kepatuhan berobatnya. Bahkan dengan berobat teratur yang membuat hipertensinya terkontrol, komplikasi bisa dihindari. Dahulu sebelum ada obat hipertensi, kejadian komlikasi terhitung tinggi. Orang dengan tekanan darah sistolik 200 mmHg, tanpa diobati, hanya akan mampu bertahan hidup selama satu tahun.

Pasien tidak perlu takut lagi minum obat antihipertensi seumur hidup. Mereka kuatir minum obat hipertensi dalam jangaka waktu lama akan merusak ginjal, atau mempunyai efek samping lain. Obat hipertyensi tidak perlu ditakuti karena telah terbukti jangka waktu lama.